Jumat, 08 Juni 2012

KUMPULAN PUISI

      • BIDADARI SANG PENGELANA
        Bidadari terlalu angkuh kembangkan sayap
        mata seperti ujung pedang berkilau tajam
        telunjuk membabi buta mengarah ke angin
        suara menggelegar seperti  harimau lapar

        tak ada lagi kelembutan yang terkirim
        tak ada kerisik suara sayap terlipat
        tak ada lagi keindahan warna pelangi
        tak ada lagi bait sajak cinta  di sana

        Jika langit selalu bersekutu badai
        tak akan ada sejuk sapa  angin
        peganglah erat langkah  kaki pengelana
        agar menjadi burung garuda
        melindungi bidadari kecilmu  di cakrawala.

        EHI..05062012



        RINDU

         2 Juni 2012 ·


        tarian matahari di iringi angin berdesah
        saat bersimpuh di beranda mengusir gerah
        airmata memilin titik air di pipi basah gelisah
        mengingat mimpi dalam lelah



        matahari merangkak menuju petang
        kaki tetap berselonjor mengagumi pematang
        walau diatas meja berserak kertas dan barang
        jiwa tergugu di antara kenang
        di antara tapak kaki para penyajak hanya menatap sisa jejak
        mulut bisu tak bisa berteriak
        saat rindu penuhi dada dengan sesak 



        TERSIHIRKAH ?
        29 Mei 2012


        Ternyata sulit memahami

        kenapa matahari yang begitu terang
        tiba tiba gelap dan anginpun mengguncang
        saat kau ucapkan makna sebuah hubungan
        Gunaman katamu seperti penyihir
        saat membakar segumpal kemenyan
        menggiringmu untuk mengayun takluk
        pada debu debu yang berterbangan
        Dan engkau merasa tersihir
        bara yang terselubung misteri
        tak bisa mengurai makna yang tersampir
        gelap matamu tak bisa berfikir
        Lalu untuk apa kau sirami tanah kering
        dengan air saat musim berganti
        mengurai dahaga raga yang lemah
        dengan mengeja kesaktian gelombang asmara

        Apakah Cinta yang terucap
        hanya seperti lendit penuh busa
        saat pejalan singgah untuk membuka mulut
        dan meninngalkan jejak disini.....

        GERHANA

        di antara Shollat dan gerhana

        bergoyang tubuh saat sujud
        di atas sajadah yang terhampar
        gempa , Ya Allah


        Juga mengiringi kabar
        yang kau kirim malam ini
        menghempas hati dalam duka
        Kuatkanlah, Ya Allah




      BEBASKANLAH

      jika hanya sebatas tualang semu

      bebaskanlah hati seperti ikan ikan
      yang menari berkejaran riang
      diantara bebatuan dan jernihnya air


      sepertinya hanya sebatas mimpi

      saat asmara telah kutitipkan
      di pusaran jantung Sang Pengelana
      yang hanya menabur gundah
      saat matahari mulai terbit di upuk timur


       HILANG ASMARA

      Bila tak ada lagi sayap kasih di bahu
      saat angin menyapa bayang
      yang tulus mengeja kata sayang
      tersiksa jika cinta sudah tak sempurna



      Asmara hanya catatan menyakitkan
      seperti jarum menusuk jantung
      terluka saat hadirkan mimpi
      dan pelangi tak bisa bersinar sempurna
      berlalu saat tak bisa berlabuh di dermaga


      Euis Herni Ismail

      14 05 2012

      TAMU HATI


      Tak henti gelisah di ulu hati
      saat mimpi selalu hadir mengikuti
      setelah keluh selalu mencumbu hari
      bersekutu dengan air mata
       
      Jika bisa menakar kadar cinta
      untuk menimbang ruang harap
      saat datang sebaris bait puisi kangen
      telanjang menunggang lembaran kertas


      Seandainya bisa memilih
      mengembalikan langkah ke masa lalu
      setiap hadir raga tak mengelak
      sebelum kelu melumat hari


      Cinta kan bangkitkan gairah bukan ilusi
      datang menunggang harap senyuman
      jika raga berbagi indah sukacita
      melangkah damai untuk melukis cakrawal
      mampu berdansa melipat duka

      Ah...seandainya gairah cinta
      saat muda datang bertamu bukan hanya bayang di mata
      sebelum tubuh kaku di akhir waktu


      MENJADI PELANGI

      Jika angkuh kembangkan sayap
      terlihat pongah melebihi runcingnya pisau
      telunjuk yang terus menari di ujung tangan


      di sini kan menepis dengan bisik larik puisi
      turunkan anak kabut yang menghalangi bumi
      menjadi pelangi dengan garis yang indah



      UNTUKMU SANG


      Sebuah hadiah manis
      setelah muka selalu meringis
      hampir tak henti menangis
      dan keringat berbau amis


      Mengubur noktah rindu ini
      saat mengusap embun pagi
      lembut terasa dingin di jari
      tak lagi tersapa badai di hati



      Jari senantiasa menari 
      ketika di tuntun sosok bidadari
      menuangkan semua imajinasi
      dalam larik bait puisi


      14 Mei 2012

      Euis Herni


      Terserah
      jika badai melintas marah
      dan mata selalu basah
      tak akan bersikap pasrah
      walau hati terbelah

      tetap kan kuasah
      tarian jemari dalam gelisah
      menjadi bait puisi nan indah

      Lalu raga dan cinta , harus bersandar di manakah ?



      DIA PENGEMBARA

      Jika bintang gemerlap di langit malam
      tiba tiba terhalang awan berseteru badai
      mata hanya bisa melihat kegelapan
      tak bisa menjumput sinar rembulan


      Seperti burung burung kembali kesarang
      setelah seharian berburu cinta
      di antara hijaunya dedaunan
      yang tersiram sinar matahari


      Retak hati menerawang kembaraan
      jika berada di antara tebing ladang jiwa
      yang enggan untuk memilih langkah
      dan ranting hati hangus di ssa usia
      terbata langkah membidik angan dan impian


      • SEANDAINYA
         
        Seandainya bisa memilih kan kuputar waktu
        untuk mengembalikan langkah ke masa lalu
        raga tak akan merasa terbebani
        untuk menuju altar sorga Illahi


        Seandainya dahulu cinta datang
        saat angin membawa ke lubuk hati
        mata kan membelai dengan gairah memancar di setiap detak nafas
        tanganpun kan lincah menari bersama untuk merangkai bait puis

        Seandainya.....

        MELEPAS JERAT ILUSI
          29 April 2012


        Aku tlah mencoba
        untuk melepas rindu
        kepada sang pengembara
        tetapi semakin berusaha semakin terjerat
        dalam mimpi yang tak berujung

      • aku , seperti daun kering yang tercampak ke bumi
        hari hari semakin terbuai dalam ilusi
        mata selalu tak dapat terpejam
        ketika gelap menyelimuti hati
        dan selalu, dalam kesendirian

      • harapan untuk memeluk di hari hari
        tak dapat di wujudkan
        ketika engkau berulangkali
        mengirim gundah . menyelinap di hati
        keluh menjebak dalam kehendak
        saat janji , berulangkali tak di tepati


        MENAKLUKAN DESAH

        Samar
        sorot gelisah wajahmu
        saat petik dawai dari tangan mengalun lembut
        senandungkan kidung asmarandana

        lorong panjang
        tak jua sudah kau tempuh
        dua pertiga tapak kaki menjelma gamang
        menggeliat takluk pada karang

        lorong liku berdebu
        tinggalkan jejak gelisah
        mengirim serpihan ledakan pahit
        di ladang mimpi jelma sembilu
        diam...
        taklukan desah ...




        WANITA DALAM BIRAHI LELAKI
         19 April 2012


        Wanita Malam
        molek bersolek
        terbangun di atas peraduan
        bekerja sebagai penjaja birahi


        jika lelah
        harus tetap tersenyum
        menangis disaat semua terbuai mimpi
        ah , rasanya seperti jual beli


        jika asmara bercampur airmata
        bantal dan guling menjadi saksi
        saat air menngalir di pipi
        mulut terbungkam

      • tapi ,lelah lelah lelah karena sembilu takut anaknya tak bisa makan
        rela tubuh meleleh
      • saat menjadi penjaja birahi
      • kau lelaki


        TANYA PADA REMBULAN
         18 April 2012·

        Sayang , masih adakah yang tersisa
        dari kenangan di tepi danau
        saat sepasang manusia
        melepas rasa rindu 
        hanya jemari hangat yang bicara


        Seperti sepasang angsa
        berenang berkejaran diatas air
        menggetarkan  cinta seperti para dewa
        hingga tak bisa berkata
        atau berkaca,di bening air danau

        Sayang
        aku tanya pada rembulan
        yang bersinat terang malam ini
        pada angin lembut yang menyapa
        adakah namaku di hatimu ?
        atau terbang bersama hembusan nafasmu


        SENDIRI


        Bagai nyala lilin yang menari di sudut kamar
        menyibak kelam malam setelah datang gerimis
        saat lampu rumah padam di luar keinginan
        jalanan senyap tanpa hiasan jejak bayang
        layar monitor pun diseteru baris-baris sajak

        Siapa yang bertamu kecuali gelisah
        enawarkan aneka sisa harap
        yang terjalin dari puncak kegalauan
        Usah hadir jika hanya sendu

        telah jemu airmata menggenang

        pipi keriput terasa membeku
        berpupur kesedihan diujung waktu ,
        yang tak pernah henti tergugu




        SAYANG

        engkau , titik cahaya
        dalam kegelapan malam
        menuntun langkah membuai harap

        Rasa cintamu semakin kecil
        dan jauh dari pandangan mata
        kulihat matamu dipenuhi ketakutan
        badai kan menerjang perjalanan


        lalu . untuk apa aku menunggumu ?
        jika
        tak lagi temani saat memetik melati
        tak butuh pijar asmara bunga mawar
        tak bersiap memetik kemboja
        tak tabur bunga di gundukan tanah merah
        diatas pusara....

        abd 16 04 2012



        WARNA UNGU
        Euis Herni Ismail 19 April 2012


        Hadiah senja
        baju berwarna ungu
        tak kau kirim warna cinta
        tergelincir dalam desah rinduku


        Kenangan itu ....
        kita lukis cahaya pelangi
        bangun impian disana
        sambil melantunkan kidung asmara
        penuh gairah di pelaminan malam


        Desah menyeru dalam bisu
        impian tergambar di mata
        membumbung hasrat digenggaman tangan
        saat itu memadu gairah asmara


        Ketika angan membumbung tinngi
        ketika mencari ruang hati yang tersisa, di ujung senja
        semburan api menyala didepan mata
        mengirim segumpal duka Warna ungu.......



        TAK AKAN KULEPAS 
        16 April 2012
        Kau matahariku
        menyinari gerumbul melati
        merekah di musim yang panas
        bunga putih kecil mewangi
        bau harummu penuhi dadaku

        Sayang
        engkau cahaya dalam senyum
        menuntun langkah di kegelapan
        tak lelah menemani dalam kabut
        tanganku gemetar kala kau remas
        kulihat matamu dipenuhi bayang wajahku



        Sayang,
        aku lihat binar nakal di matamu
        merasakan pijar gairah ,nadi berdetak
        aku kan mendekapmu, cinta
        tak akan ku lepas



        KENANGAN DI PANGANDARAN


        Malam-malam menapaki pesisir pantai
        sambil menganyam indahnya harap
        tanganmu yang kokoh merangkul hangat
        alirkan keteduhan lewat pinggang


        Bintang gemintang yang berkedip di langit
        seakan tahu perasaan yang bergelora
        nyatanya mereka sembunyi di balik awan,
        mungkin malu mendengar percakapan kita


        Malam-malam berjalan di pantai pangandaran
        kadang berbagi sisa rindu lewat biaskenangan
        sambil merangkai indahnya kuntum harap
        meski kini telah berlalu dari lembar kehidupan


        PULAU DEWATA

        Mengurai rindu pesonamu
        saat injakkan kaki di dermaga
        terpana menghirup aroma keindahan
        rembulan bersinar merenda malam
        tak ada wajah awan di langit

        berselonjor bersama penari tua
        berceloteh tentang kerinduan dan cinta
        antara dupa dan bunga kemboja
        wangi terhantar angin dari pura
        di Pulau Dewata
        Mei 2011


        BENCI


        terkadang aku benci
        dan ingin ku caci
        hatiku sendiri
        kenapa aku harus begini


        aku musuh ku sendiri
        sepertinya aku bukanlah aku
        aku tak kenal siapa diriku
        saat jiwaku terbang


        aku tak puas
        jika tak ku maki
        seperti binatang buas panas .... panas

          17 02 2012

        TITIK AKHIR

        hari ini tak lagi gerimis
        mentari nampak tersenyum
        tak enggan menyinari bumi
        terasa angin binal menyapa jendela kamar
        menerbangkan angka angka
        yang di tandai di kalendar usang.


        rencana apa lagi di hatimu
        ketika pohon pohon uzur di makan usia
        semakin garang mencabik lara
        tak gentar teresengat panas
        dan hujan badai porak porandakan
        seperti gencarnya semburan magmamu.


        5 jan 2010

        AH
        Di bening matanya yang basah , terlihat segumpal bayang lipatan masa lalu dalam jiwa yang karam dan mengambang ,perpishan membuat hari hari di lilit jemari rindu,cemas jika gerbong tak membawamu kembali ke dalam pelukan ,
          ah .........
          ternyata waktu sudah lama berlari dan harus menenun sepi sendiri di kelilingi tembok kusam yang lapuk di makan usia.........



        BUNGKAM
        Sayang.kita tak pernah bisa bicara
        tentang matahari yang bersinar terang
        noktah awan saat hujan
        bicara berdua di kegelapan malam
        memandang kerlip bintang dilangit
        atau tentang badai yang menghantam bumi


        Sayang bicaralah tentang gerumbul melati
        tentang keluh kerinduan pada kerabat
        berharap memandang indahnya langit pagi di beranda
        terucap tapi tak tersapa diantara kita
        kau berlari menghindar dari pijakanmu,
        untuk meraup mimpi , walau tanpa harga diri

         10102010


        JALINAN RINDU

        Petir menyambar sembabkan sisa siang

        ranting dan dedaunan jatuh berserak

        saat jemari angin merenggut tangkainya

        di ambang hening yang diseteru galau

        jalinan rindu terberai tanpa ikatan



        Gelisah menari di pelupuk mata

        tak mengubah galau dalam kedamaian

        menikam jantung dengan kepedihan

        dalam bisu memasung berjuta mimpi

        selain airmata ,tersisa indahnya kenang

          2 des 2011


        JUARA
        Hari –hari didera lelah dan panas
        tak peduli gemuruh halilintar
        semangat tetap menyala

        Menjelang hadapi pertarungan
        untuk wujudkan impian
        tak ada  keraguan
        untuk tekad meraih juara

        Hari ini mata berbunga  harap
        buktikan semangat membara
        jawaban di rangkai tanya
        menghantar  jadi Juara
        ......................................................................................................................

        SENDIRI
        Bagai nyala lilin yang menari di sudut kamar
        menyibak kelam malam setelah datang gerimis
        saat lampu rumah padam di luar keinginan
        jalanan senyap tanpa hiasan jejak bayang
        layar monitor pun diseteru baris-baris sajak

        Siapa yang bertamu kecuali gelisah
        menawarkan aneka sisa-sisa harap
        yang terjalin dari puncak kegalauan

        usah hadir jika hanya sedu
        telah jemu airmata menggenang
        pipi yang keriput terasa membeku
        berpupur kesedihan di ujung waktu
        yang tak pernah henti tergugu

        Bandung Agustus 2010


        WANGI RINDU

        Berselonjor di beranda rumah
        menikmati indahnya gerumbul melati
        berceloteh tentang resah membingkai dada
        yang terhapus keceriaan bocah kecil


        diantara keinginan memetik bunga
        setelah melihat putik aneka warna
        kupetik setangkup melati 
        menghantar wangi kerinduan
        untukmu , permata hatiku

         BUNDAKU

        Diujung lorong kamar seorang perempuan perkasa terbaring lemah .galau dengan dkeinginan sembuh bersekutu gelisah di ujung penantian, kalbu biru berbekas dari jantung yang parah kapan saja denyut siap berhenti cinta senjamu memerima taqdir yang terekam dalam senyum dan bisikmu saat menyebut Asma Allah

        di gerbang lain anak anak pelangimu tulus hati mengirim doa dalam ikhlas dan pasrah menerima apa yang telah terkemas dalam jalanNya........
        Bunda, ku tulis sebuah puisi cinta untuk merekam tanda tanda kebesaranNya menghantarmu menjemput sisa senja ......


        KENANGAN BUMI SILIWANGI


        Gemercik air di sela suara angin mengusap dedaunan
        menyulut api rinduku pada permukaan dinding kenangan
        saat kau bisikkan indahnya cinta lewat sekuntum mawar
        sebelum mengeja nama anak-anak yang bakal kulahirkan
        di luar jeruji jendela isola burung-burung merdu berkicau
        semoga aku bukan jelmaan Dayang Sumbi di pagi ini
        terpagut hasrat , karena terlanjur mengunyah buah terlarang

        12 Agustus 2010

          

        Lihatlah

        Aku bukan pejalan sepertimu
        dan bukan kekasih bayangan
        jangan bandingkan warna pelangi
        karena hanya sekejap bisa di pandang
        setelah malam semua kan hilang
        gelap .gelap dan gelap



        Coba buka kegelisahan mata
        bagaimana cara memandangku
        jika pejalan sering menggoyang badai
        lupakan kenangan September kita
        sebelum mengguncang keheningan beranda
         
        6 April 2012


        Awal Harapan
         1 November 2011·
        Di antara deru suara gemuruh menawarkan harap
        engkau tapaki jalan panjang sambil mendekap galau
        dikuti rindu yang menjelma menjadi serpih bayang
        tahukah engkau bahwa mimpi tak selamanya galau
        setelah mentari pagi menyapa embun dan dedaunan
        yang dahulu tersekat kini menyatu di awal kenangan

        Jika hari-hari yang kemarin lewat telah tepekur
        di lipatan kalender yang tergantung di dinding kamar
        segala kegelisahan telah pergi bersama desir angin
        yang kadang memagut gorden dalam kesenyapan
        berkibar luruhkan segala kelunya amuk kegelisahan

        Hari ini entah apalagi yang kita anyam di bilik hati
        sebelum perjalanan berlanjut hingga waktu berlapang
        biarlah musim-musim menawarkan indahnya angan
        lewat isyarat yang datang dari luar jendela penantian
        biarlah segalanya melintas tanpa harus abaikan deru
        selama jemari kita bertaut tak usah peduli kesendirian

        LILIN

        Malam disapa gelap
        terbangun di atas peraduan
        disulut lilin

        lelah disapa galau
        disaat kau pergi
        dikirim lilin penerang

        airmata kepedihan
        menngalir di pipi
        bagai tetes lilin di wajah

        lelah dikirim sembilu
        rela tubuhmu meleleh
        dan mati

            7 Desember 2010

        DOA SEORANG WANITA
        21 Januari 2010

        Saat Tuhan mengrimkan gelombang air laut
        angin kencang langit gelap tak ada bintang
        rumahnya tersapu gelombang air pasang
        Ya Allah, selamatkan dari bencana

        Saat cinta meranggas  dalam hidupnya
        pintu hati kekasih tertutup
        permohonan diacuhkan pasangan
        ya Allah, bukakan mata hatinya

        Jika tak mampu selesaikan masalah
        Jalan menggapai bahagia terasa sempit
        jiwa tertekan menapak di dermaga
        Ya Allah , lapangkan jalanku

        Kau ucapkan doa  dalam ikhlas
        setiap di duapertiga malam
        tengadahkan  tangan memohon pertolongan
        mengadu hanya pada Nya

        Ya Allah aku tak akan  bersedih
        aku  memiliki dua mata dan  tangan,
        masih memiliki tubuh yang sehat
        Engkau sebaik baik pelindung dan Penolong


        DEMPRUT

        Seekor kucing elok  blasteran
        berwarna kuning putih berekor panjang
        kibasan bulu jika dimandikan
        mengeong meronta kedinginanan


        Demprut mengurai penjara gelisah
        mata beningmu menari dengan lembut
        kau meringkuk di ujung kaki
        tua tergerus uzur usiamu


        Kekuatan terbawa bencana
        tak ada gairah suara  menyala
        seakan menengar bisik hati pemiliknya
        demprut meranggas dan mati
          Demprut mahluk setia
        walaupun sang pemilik telah pergi
        menerima pinangan negeri mimpi
        dan tak kembali

        20 Februari 2012

        KIDUNG RINDU

        4 November 2011 ·
        Awan bersama anak kabut geraikan  rindu
        saat hari diseteru mentari sepanjang siang
        di  rintik gerimis Oktober yang sembab
        rekah senyum  menghias bibirmu
        usai  gelisah luruh dari  hati

        Datang bukan di ilusi mimpi
        lena dalam dekapmu yang hangat
        desah suara bisikkan cinta
        rengkuh tanganmu menepis ragu
        rangkai indahnya asa di sorot mata

        Tak rela saat kakimu mulai berjalan
        kemesraan berakhir meski jiwa dahaga
        bayangmu terus mengejar mimpi
        esok dan lusa kan menggapai asa
        kidung rindu bertalu di nafasku

          Subang 26 Oktober 2011

        ISYARAT CINTA
        Berkilau bola mata
        gengam erat jemari
        mewarnai hari hari baru
        bersama cinta senja

        bisik halusinasi menyala
        bara gairah telanjangi hati
        memeluk dalam gelisah
        terkapar lemas tak berdaya

        Kau katakan di ujung lidah
        membeli tubuh dengan cinta                                                                                         dalam gairah yang membara
        mengejar ranjang pelangi

        1 April 2012

        SAJAK UNTUK DEWI

        Tiga puluh lima tahun yang lalu
        seorang perjaka mencumbu harapan
        menanam benih cinta di rahim bunda
        datangmu kami sambut dengan suka cita

        Jarum jam terus berlari
        hari bergerak tanpa permisi
        april ke april tak bisa kuhitung dengan jari
        membawa arah hidup ke muara cintamu

        Hari ini ,saat bunda merenda sisa usia
        mengecup cumbu harap dalam kesendirian
        engkau warnai pelangi perjalananku
        dan  bertemu tanggal kelahiranmu

        Anakku.cumbulah bunda dalam bahagiamu
        jangan tiupkan resah di telingaku
        peganglah tangan bunda dalam ikatanmu
        jangan kau lepas dan terhempas

        Anakku, jangan bicara hitungan hari
        engkau hanya pengembara di bumi
        hiasilah istanamu dengan kasih
        ikatlah dermaga hati dengan cintaNya


        05 April 2012

        SENYUMMU

        Berdiri di sisi jendela
        di balik tirai tipis
        mengintip kamu

        bola matamu
        bening berkilau
        tumbuh  kekaguman

        yang paling kusuka
        senyummu semanis madu
        diantara lesung pipitmu

          bisu, memeta rindu
        terkenang paras
        mimpikan  cintamu


        ku terjerat bayang
        bunga pesona
        senyum manismu

        04 04 2012

        BUNGA BERDURI

        Rasa raga, panas
        bagai terpanggang matahari
        sukma mengering, gairah menghilang
        nelangsa terlunta, dalam remah sisa

        Buruk
        cumbumu dimimpi menusuk batin
        terekam kau katakan cinta
        buaiku pada pijak ucapmu

        Pergi dalam dekap bunga berduri
        putuskan jalin rajutmu yang teruji waktu
        terpukul, tak ku terjerembab dan mati
        karna banyak cinta, buah hati disini

        12102011
        CINTA PERTAMA UNTUKMU
        29 01 2012
        matahari memberi tanda
        alam berlomba bersama angin
        saat memecahkan suara hening
        dengan panas di siang hari
        dalam gerah mengucap lirih
        cintamu meluncur bersama angin

        hati gundah berlomba duka
        cinta mengantar sembilu
        sedangkan nurani sebagai wasit
        berbisik di bilik hati
        wajahmu bermanja kesombongan
        cintamu tidak setulus cintaNya

        CahayaMu
        25 Januari 2012

        sudah saatnya kulempar cintaku
        biarkanlah terhempas jauh
        kan kucabik semua derita
        dan rindupun terbang menghilang
        tanpa dendam merata nasib

        kemudian ketika taman subur kembali
        kubakar gairah cinta untukMu
        di ujung dua pertiga malam
        di atas sajadah bersujud mencari nafasMu
        mendekatkan diri dalam doa
        melafazkan keindahan kalimat Allah

        ketika kutatap ujung sajadah
        terasa getar kasih sayangMu
        saat mengadu dan rindu padaMu
        untuk hari hari yang penat
        agar kutatap masa depan
        bisa menangkap rahasia cahayaMU

        24 01 2012

        LEBAH

        tubuh mungil , menari
        di putik menghisap madu
        memeluk nafas tangkai bunga

        madu ,dijilat  manis
        di gelas  campur susu
        penawar rindu

        Jika hidup berguru lebah
        mengambil sari manis
        tapi ,rapikan tapak kaki
        tak pernah merusak keindahan bunga

        7 feb 2010

        TERBANGKAN CERITA CINTA
        3 Maret 2012


        Tempat menapak titian dermaga
        tempat singgah langit kembara
        tempat padang rindu berlabuh
        tempat  menggerai rasa rindu

        ketika benang merah terkuak
        ketika api amarah terbakar
        ketika redup tanpa cahaya
        ketika terpaku tanpa daya

        saat merunduk mengitung langkah
        mengikuti jejak  tak terbaca
        di tengah ketidak pastian cinta
        tak mau terpasung dalam angan
        terbangkan cerita denganmu

        03032012

        ENDAPKAN DI DASAR BUMI
        11 Maret 2011
        Endapkanlah keraguan di dasar bumi
        untuk menoreh sejarah baru
        istirahatkan batin dengan bisu
        sekatlah hati dengan merah jambu

        tak bergeming
        tak hirau pada pengirim sembilu
        tak bergerak ,dalam lipatan kertas abu abu
        tak bernafas sebelum membakar
        cinta yang ternoda ucapan palsu

        jika membuka pintu
        jika meniup liur dalam nafsu
        jika liar menabrak hati
        jika selinapkan sembab di mata

        sadarlah
        karena, tak malu pamerkan diri
        telanjangi diri ,seperti putaran waktu
        linglung karena usia uzur dimakan masa
        peganglah erat tali ikatan dengan pelitamu
        dan akan mengecup bahagia dengan Nya

        l
        TUTUP BUKU HARIAN
        9 02 2012
        Berlaksa kenang menggila
        saat tersungkur mereguk derita
        tak bisa kukenal pojok hatinya
        saat memeluk bau tubuh cintamu

        Senja menua tertapak kaki kaki
        saat keringat berkejar liur
        bersanggama dengan waktu
        lenyaplah penghangat kalbu

        Nafsu ,ditelan mentah hasrat
        janji hanya sebatas pembasuh seperai
        tak perlu genggaman tangan basahmu
        karena keringatmu.bercampur air mata wanita



        Kututup buku agenda harian
        dengan sederet nama tertulis disitu
        saat janji berbasa basi untuk kembali
        perjalanan cerita suka dan duka
        tetap tak akan kembali ,
        meskipun ditangisi......

        TANPA PAMRIH
        Langkah panjang perjuangan
        kemanapun berjalan mengepit buku
        kacamatamu melorot tak terasa
        berjuang dan berkarya dengan membaca

        Memberi ilmu dan berakrab dengan siswa
        menyapa santun kupu kupu jelita
        membasmi kebodohan merenda aksara
        menjadi pembimbing anak anak bangsa



        Kenapa setelah kau menjadi pintar
        dia hantar ke gerbang pelangi
        orang berdiri congkak busungkan dada
        aku bersekolah tuk mendapatkan ijazah

        Biarlah dari lubuk hati terdalam
        bangga dan ihlas mendampingi siswa
        telah menhantarkanmu tanpa pamrih
        karena aku ,
        Pahlawan tanpa tanda jasa
        2 April 2012

        JEJAKMU
        Kilat menyambar
        porak porandakan seisi bumi
        ketika runtuh penyanga
        di sini tegar berdiri menatap
        walau terkadang mata berkaca

        Bait kalam illahi menjumput mantera
        tak bisa tereja berbaur air mata
        seperti pujangga kehilangan pena
        terbelenggu mencari jejak tertinggal
        12 des 2011

        DI SELA KISI JENDELA

        Angin lembut berbisik , bangunlah
        intip keluar jendela kamar
        masih gelapkah halaman di antara cahaya,
        awali perjalanan hidup di pagi ini

        Titik air membasuh tubuh
        sucikan dalam wudlu merataplah dalam sujud
        hanya dengan Nya terhapus duka....



        PELAMINAN YULIA
        6 November 2011

        Setelah ngembara lama menyeberangi lautan luas
        jelajahi belantara rindu berkendara gemerlap harap
        bisik kekasih merenda esok dengan benang cinta
        menepis galau dari dermaga pelaminan mu
        melanjutkan perjalanan panjangmu menuju hari depan
        jangan tolehkan mata indahmu kebelakang



        Mempelai di cerah matahari  dan kilau rembulan
        tak kan pernah terpisah kecuali ajal menjemput
        jika kekasihmu bait puisi maka engkau lirik kata
        jika engkau pelangi pasangan hidupmu langitnya
        berikrarlah di dalam hati; bahwa kau akan memberi
        cinta nan tulus serta kesetiaan mengarungi bahtera



        Ranjang pelaminan kan selalu terhias bunga cinta
        terpupuk  bahagia lewat anugerahNya
        tak pernah temukan aral dalam perjalanan kehidupan
        hingga masa tua  mereguk nikmat kebahagiaan
        bersama buah hati yang tumbuh dalam kasih sayang
        genggam erat tangan dalam kekuatan cinta  hakiki


        Perawan Kembara Cinta
         7 November 2011  ·
        Datang  dalam getar jiwa
        di rentang jarak ,kelu tak bersuara
        jangan tanya dan mendesah
        jawaban ada di hati nurani

        Cinta tak bisa dibendung
        mata rantai tak bisa putus
        dengan bisik dan senyum
        seperti gadis belasan

        Jangan bicara tentang  usia
        kau perawan kembara cinta
        wujudkan asa dalam bahtera
        melepas belenggu keletihan

        Bersama putaran waktu
        mengganti duka dan lara
        mengukir bait puisi
        mengubah sepi dengan karya

        07112011
        MIMPI
        Seraut wajah hadir bercengkrama di peraduan malam , dan engkau menggerai rambutku seraya berucap akulah pangeran yang akan melindungi dari kilat halilintar saat hujan menyalak dengan deras ,membuang semua kegelisahan hati tak akan lelah selusuri gelora cinta ,butir keringat yang membasahi wajah dan air mata kering takala kita bertemu .bahagia kan tumpah di hari hari meleleh dalam wewangi .
        Ah ,ternyata hanya mimpi dan saat terbangun kekuatannya terbawa hanyut tarian angin mukanya mengkerut tergerus bayang semu.... Suka ·

        TAK CUKUP
        Rinduku padamu tak cukup dengan mengeja aksara yang kau gores dalam bait puisi ,geliat geliat rindu mendengar sapa sepanjang lintas waktu hanya terucap di sela waktu tersisa , bentang sepi di bingkai hati jika sejuknya belaimu adalah mimpi mimpiku jelang pagi, jika badai tak datang bertamu apakah bisa menepis angin yang tak jeda memagut padang cintaku.....

        HARI DEPAN
        Merenung dalam sepinya malam, samar suara petasan diudara.di malam pergantian tahun jika kepak sayap melintas cakrawala tahun silam,tersangkut di mega ,maka tahun ini tataplah pelangi yang terbentang di hadapan mata , karena hidup terbatas dalam hitungan usia.berfikirlah tentang apa yang akan di lakukan esok hari..karena kita adalah pemilik hari depan kita sendiri....
         30 12 2011

        KIJANG KECILKU

        Diantara harumnya bau kembang rumput
        terbawa angin bersama gerimis tipis
        di awal bulan februari yang menuai rindu
        terbayang saat canda lincahmu di pelataran

        Di lantai kamar berserakan mainan yang tertinggal
        ada simpul pesan kerinduan yang panjang
        bersamamu kijang kecilku
        15 Februari pukul


        TERMINAL RAMBUTAN
         6 November 2011 ·
        Gemerlap kota metropolitan
        di antara bising suara kendaraan
        termangu di teminal Rambutan
        menanti jawaban rindu

        Udara kotor terbang tertiup angin
        pengap bau pesing memabukan
        beharap datang keajaiban
        di antara hiruk pikuk kendaraan


        Terjepit di antara bus  terminal
        di antara hitungan jam tangan
        jalan terjepit diantara kendaraan
        bergetar saat berjabat tangan

        Terurai rindu waktu yang memisahkan
        kau tersenyum menggetarkan
        dan mimpi mulai berbunga
        saat sang surya di cumbu senja

        23 11 2011


        SAJAK UNTUK SMANDA

        Pagi , menjelang siang bertamu
        menggeliat di atas kursi
        mengikuti jejak menuju siang
        rasanya resah menghitung waktu
        menunggu tarian jemari di lembar ujian

        Mereka dikejar waktu melingkari kertas jawab
        mengalir bersama wajah penuh ketegangan
        dahi berkerut bersekutu ilmu
        berharap melukis jawab yang padu

        Tak kudengar irama celoteh ceria
        lewat gerak tangan tangan lentik
        untuk menggores pena di lembar ujian
        bisu ,dahi terlipat dalam lukisan wajah

        Aku harus bersiap melambaikan tangan
        mengantarmu terbang arah bianglala
        menggapai kristal di pelupuk mata
        bekal menjemput gemilangnya hari depan

        07 03 2011


        JEJAKA MENGHITUNG USIA
        18 12 2011
        Anaku kau tumbuh bersama cinta dan air mata
        telah kuhantar dalam perjalanan
        Jaagalah hatimu untuk memahami arti hidup
        agar tak lelah dalam perjalananmu


        seandainya ada badai berseteru awan  
        berpeganglah erat pada tali Mu
        yakinlah esok hari matahari kan bersinar
        seterang kau memahami perjalanan bathinku
        Selamat Hari Ulang Tahun anakku

        18 Desember 2011


        MATEMATIKA

        Ketika siang bertamu
        jam berpacu dengan angka
        di atas kursi kernyit alis saat menatap
        jejak bilangan antara 2000 sampai 6000
        menghitung resah tanpa kartu pemandu bisu
        terlihat kerut menggurat wajah

        Menggores tarian jemari di lembar ujian
        berburu waktu dalam putaran detik
        menegang wajah tangan menggapai angka
        berkerut bersekutu ilmu dalam bilangan
        menggores gelisah jika belum terjawab


        Tik Tak Tik Tak
        angka merayap jam dinding berdetak
        mengiringi angka yang belum terpecahkan
        gerak tangan berlomba mengernyitkan dahi
        ketika bergelut dengan angka Matematika

        08 03 2012

        PEREMPUAN PERKASA

        perihnya luka derita
        di antara rentang waktu berjalan
        dalam keindahan ujianNya
        ruas jemarinya tak diam
        merekam tapak tapak kehidupan

        bukan hanya memanja air mata
        tetapi pengembaraan batin
        dalam aksara gulir pena bait bait puisi
        memindai jawab perempuan perkasa
        2 Feb 2010

        JELANG TAHUN BARU 2012
         1 Januari

        Merenung dalam sepinya malam,
        samar suara petasan diudara
        jika kepak sayapmu tahun silam
        tersangkut di mega

        maka tahun ini tataplah pelangi
        yang terbentang di hadapan mata


        PENAKU MENARI KEMBALI

        setelah amuk badai
        terbang ditiup angin
        tak bisa abaikan
        dorongan menggores pena
        tak peduli wajah semakin tirus
        layu dan kering

        mengapa harus berhenti
        jika hanya segelintir pasir
        yang menutup mata
        sedangkan kertas dan pena
        berserakan di atas meja
        menunggu tangan menari kembal

        subang 23 Januari 2012


        PENARI TOPENG

        masih terdengar
        saat penari topeng tua berbisik
        aku iri padamu
        kau bisa menatap indahnya dunia
        sedang aku tak bisa

        jangan tanya
        kenapa sembunyi di balik topengku
        mereka tidak tahu
        jeritan,tangis desahan

        tak ada yang mendengar
        di saat topeng terbuka
        wajah penuh butir air mata

        Subang 1Februari  2012


        DAUN BERGUGURAN

        Seperti angin yang berhembus
        menggoyang pepohonan
        secara pelan dan pasti
        satu persatu daun berjatuhan
        terhempas jatuh di bawah kaki
        mengotori halaman


        MENCARI BAYANG·

        Mata  berkeliaran mencari bayangan
        di tempat tidur beralas kasur tipis
        dan jendela kamar yang mulai rapuh
        titik air menetes diatas genting

        Menghantarkan luka menghantui malam
        terdengar bisik terbawa angin
        tawa riang kemenangan penista
        atas derita yang menghujam

         22 Januari 2010

        SAJAK UNTUK  Farhan Hanif

        Tangan lentik terrurai menjelma kekuatan
        jejak yang tersisa hanya harumnya tubuh
        bayang mengembara kelincahan lompatanmu
        terbawa tarian musim penghujan


        kegelapan menyergap malam tanpa bintang
        tak ada jerit tangis dan celoteh manja
        saat memuaskan dahaga untuk menyelami hati
        dan dia selalu melembutkan lewat isyarat


        Seandainya fajar masih bisa kujelang
        kan kumandangkan cinta tak terhingga untukmu
        dan pelukan kan semakin erat untukku
        kijang pun tersenyum menyapa rinduku
        isyarat terbaca dalam rentang mimpi

          9 februari  2012

        KIJANG KECILKU, Keysha , Raysha Farhan

        Diantara harumnya bau kembang rumput
        terbawa angin bersama gerimis tipis
        di awal bulan februari yang menuai rindu
        terbayang saat canda lincahmu di pelataran

        di lantai kamar berserakan mainan yang tertinggal
        ada simpul pesan kerinduan yang panjang
        bersamamu kijang kecilku

        15 02 2011

        MELATI KU
        15 02 2011
        Diantara gerumbul perdu melati
        putih mungil dengan kelembutan bungamu
        engkau terbangkan aroma wangi di sekitarku
        terbayang senyum manis selalu merekah di bibir


        Kau meniupkan bisik rindu di muara hati
        di pojok kamar di antara kertas dan pena
        menulis puisi sayang dan kerinduanku untukmu

        untuk Zahra dan Zahwa

        MENDUNG

        Menatap cakrawala siang harii
        mernundukan kepala dalam getar rindu
        galau menjelma  menjadi mendung
        terpasung hati dalam kesedihan

        jarak terbentang dalam bayang
        sembab hati dalam gigitan dingin
        disela harap dan impian terpasung
        menggoreskan pena dalam kidung rindu

        Kasih ,jangan tawarkan bintang
        jika tak sanggup bertahan dalam kabut
        Untuk mengurai kegelapan menjadi terang
        hidup di dermaga tuntunanNya

        7 12 2011

        GUGURNYA  GELISAH

        Badai yang menghempas dikesunyian
        memporak porandakan alam yang mulai tenang
        disaat cahaya ingin menggapai pelangi
        jika matahari hanya mengintip dibalik awan
        biarlah keajaiban di jejak yang bakal datang
        saat gugur gelisah diujung hati.....
        8 12 2011
        WAKTU TERSISA

        Wajah tirus dan keriput,.dada menipis
        mulutpun semakin ciut,tak lagi manis
        terbatuk dalam hening malam panjang
        bagai kerangka yang lapuk
        lama tak pernah bernyanyi riang
        seorang wanita , menunggu waktu tersisa
        bersama kedalaman doa yang terucap
        dalam sujud di dua pertiga malam

        RASAKANLAH

         23 Maret 2012
        Tangis bahagia seorang ibu
        akan menjadi butiran kristal yang indah
        saat ia melahirkan anaknya,
        menemani untuk memaknai cahaya rembulan
        yang selalu berdampingan dengan bintang
        saat menghantar anak anak ke gerbang kedewasaan
        dengan pernikahan untuk menjumput  senyum kekasih ,

        dan tangis duka seorang ibu takala gagal menghalau awan
        yang berseteru badai untuk bisa menghias rumah
        dengan keindahan pelangi
        rasakanlah  saat ia mendesah dalam pendakian
        di bibir senja sesudah uzur di makan usia
        tersenyum semu saat keajaiban
        tak datang juga untuk bertamu....


        LUPA JALAN PULANG

        Disela bayang, tak pernah diam menapak kenang yang tercecer oleh putaran waktu, tak bisa menemukan jalan untuk pulang ,seakan lupa kalau waktu bergerak tanpa permisi ,kelu dalam bisu membelok membawa arah hidup mengejar bayang semu mencari celah yang tertahan di dasar angan. perjalanamu membelah kota mengiris hati bersekutu air mata, setelah uzur terhunus usia tak tertinggal sisa jejaknya


        23 03 2012
        TERNYATA
        Apabila rindu terlukis di sorot mata
        bara asmara semakin membuncah di dada
        engkau seolah tak pernah peduli
        bahwa di hari hari penantian
        kabut selalu menyertai tapak bianglala
        mencatat desah dalam gelap
        tak bisa berbagi tentang pedihnya sepii


        HARAP
        menikmati hangat matahari pertama
        di tanah pelataran kembaraan
        usai gerimis tipis semalam
        hari ini di permukaan dinding waktu
        langkah menjemput kebahagian
        di hari yang akan kau jelang

        menapak kaki penuh perjuangan
        terepit di antara lukisan awan jingga
        hingar bingarnya kota metropolitan
        gedung gedung bertingkat
        tembok padat tanpa rerumputan
        yang menawarkan ilusi semu

        WARUNG TAR ZAAN

        Menjelang siang di warung Tar Zan
        pemilik menggerutu sendiri
        karena ada yang mau mengapeli
        dan di tunggu gak datang datang

        Waktu pagi hari bilang tar siang
        siang di telpon tar sore
        sore hari tar malem.
        kalau udah malam tar besok


        Ah ,dari pada lama nunggu
        mendingan tidur sebentar
        lalu telpon berdering
        ternyata dari tarzan

        Sayang aku lagi siap siap,sebentar
        biar lebih bergetar dan kamu bakal terlontar
        dan saat kau datang aku mengaum keras
        kunyanyikan lagu maju tak gentar
        dan kau sudah bergetar tak sabar


        eh , datang pengganggu yang mengirim kue tar
        dia bilang setelah bermain dengan tarzan
        perutmu kalau makan dulu tak akan terlantar
        dugaan kamu ternyata benar
        setelah bertemu tarzaan aku lapar

    BAYANG KENANGAN
    26 April 2012


    Berbaring di atas peraduan
    mata liar dalam bias kenang
    berkelana seperti menghadang
    perjalanan menjumput jejak

    Jika saat memeta mimpi
    bisakah tergapai pelangi esok hari
    karena ,indahnya cinta sejati
    bukan dengus pemabuk lapar
    yang menjerat bayang pesona


    SELAMAT TINGGAL

    Bapak ibu guru tercinta,
    hari ini terakhir kali kami hadhir di sini
    setelah berlaksa waktu memahat indahnya cita-cita
    di bawah bimbingan bapak dan ibu guru tercinta
    yang tak pernah lelah membimbing jiwa raga kami
    dengan penuh cinta kasih sebagai ganti orangtua

    dan memberi bekal berbagai ilmu pengetahuan
    untuk arungi samudera kehidupan nantinya
    meski tak henti dinding kalbu kami bergetar
    saat bibir kelu ini haturkan tulusnya ucapan terimakasih
    namun jasamu sampai kapan pun tak pernah terbalaskan

    Bapak ibu guru tercinta,
    walau kami sudah tak tercatat lagi sebagai siswa
    setelah bapak dan ibu melepas langkah kami
    untuk mendaki bukit cita-cita kami selanjutnya
    namun jasa bapak ibu pada kami tak pernah terlupa
    juga petuah yang bapak dan ibu guru pernah berikan

    sampai kapan pun senantiasa kami bawa serta
    kami jadikan tongkat saat mendaki jalan terjal
    menjadi nyala pelita bila kami terhadang gelap gulita
    meski pelupuk mata ini sembah karena kepedihan
    karena mulai esok hari kita tak lagi dalam kebersamaan
    namun kasih sayang mu tetap abadi sepanjang kehidupan

    Bapak ibu guru tercinta,
    hari ini terakhir kali kita berjumpa di sini
    setelah bersama-sama melewati berbagai peristiwa
    bersama bapak dan ibu guru serta kawan-kawan lainnya
    dalam suka dan duka yang mewarnai hari di sekolah tercinta
    besok jika matahari bersinar di ufuk langit timur
    yang pernah kami lewati hanya tinggal kenangan semata

    selalu tak pernah terlupakan sepanjang hayat
    di sekolah tercinta ini kami temukan dermaga cita-cita
    tempat menyongsong kehidupan esok yang mulia
    meski dada kami bergemuruh menahan keharuan
    saat bibir kami dengan sedih mengucapkan selamat tinggal
    namun hati kami tetap tertinggal dalam indahnya kenangan


    Subang, 14 April 2012

    SAJAK MENGHANTAR SISWA

    Ketika kau datang diantar orang tua
    Kusambut engkau dengan berjuta kuntum bunga harap
    Kuberi ruang gerak untuk belajar memaknai hidup
    Kuberi bekal ilmu untuk menapaki indahnya hari esok
    Agar engkau melangkah perkasa menyongsong kehidupan

    Anakku
    Terbayang engkau saat menatap di depan kelas
    Engkau seperti kemilau cahaya matahari pagi hari
    Kutatap raut wajahmu setiap kau memanggil namaku
    Kulepas langkahmu dengan tulusnya doa seorang bunda
    Tiap engkau ucapkan salam usai engkau mengakhiri pelajaran
    Kuusap bahumu saat tanganku engkau cium di akhir perjumpaan

    ANAKKU
    Kutegur penuh kasih jika tingkahmu mengganggu
    Agar engkau tak tersesat ketika menyusuri jalan pilihanmu
    Tawa bahagia menghiasi dinding kalbu saat kau sebut namaku
    bunda pedih dan pilu jika mendengar keceriaanmu terganggu

    ANAKKU
    Engkau pelangi yang selalu menghiasi hati
    Engkau memberi kesejukan dalam keceriaan
    Engkaulah tumpuan harapan bagi bangsaku
    Engkaulah penerus generasi bagi negeri ini

    ANAKKU
    Kini..
    Saatnya kau pergi...
    Terbang terbanglah
    Kembangkanlah sayapmu
    Raihlah cita citamu setingi bintang di langit...
    Terangilah
    bantulah orang orang yang membutuhkan dirimu...
    Selamat jalan ,,anak anakku tercinta......selamat jalan..
    Tuhan kan menuntunmu untuk menemukan jati dirimu.


    14 April 2012



    JALAN DEWI SARTIKA ,1976
    Euis Herni Ismail12 April 2012

    Sendiri kumengukir rindu di langit ilusi
    kenangan saat memadu janji dihadapanNya
    di jalan dewi Sartika nomor empat belas
    setelah jenuh menyatukan berai angan-angan
    yang sepanjang waktu terpusar kegelisahan


    Di penghujung sunyi yang pedih terbentang
    ketika hari-hari tanpa hadirmu serasa lengang
    bukan hanya derai tawa yang kunanti
    di ujung canda usai berpagut jemari tangan
    bisik rindu yang kau semai di ladang impian
    selalu kugapai tuk mengurai kegalauan


    Jam berdetak di dinding tembok kamar
    seakan berkejaran dengan desah angin
    yang bukan hanya menerbangkan anak debu
    juga serpihan resah dalam hiruk pikuk jalanan
    setelah ponsel berdering ingatkan perjumpaan
    ketika kerabat berkumpul dalam satu ruangan

    4 Juli 1999


    SKENARIO LAPUK

    Tayangan sinetronmu memukuli dinding hati
    sutradara hanya menawarkan duka
    saat menggelitik mata penonton
    walau pipimu keriput termakan usia
    berpupur kecongkakan di ujung waktu
    yang tak pernah henti merayu 



    Sekutumu hanya tayangan di tabung kaca
    sebentar kan tergerus dengan yang baru
    dan pemirsamu kan bersekutu sorak
    mengganti chanel di layar beku
    kau terjebak saat menunggu tarian kalender
    yang merana karena lapuk

    12 april 2012


    ANAK LELAKI ITU....

    Anak lelaki itu
    duduk lesu di dalam kelas
    wajah sendu mata sayu
    dia bermimpi bahagiakan orang tuanya
    berbeda dengan kenyataan

    dia yang pertama menemukannya
    sang bapak sedang bermain gila
    di ingatkan kan menuai kemarahan
    akhirnya terjerumus obat penenang

    tak berdaya , katanya
    sakit kepala dan pergi dari keluarga
    mulai bertualang dengan ganja
    beralih ke koplo lalu exstasi

    Anak lelaki itu
    mencuri harta keluarga
    meminta uang dengan ancaman
    untuk membeli obat penenang


    Anak lelaki itu
    selalu tertidur diatas meja
    tak ada gairah untuk belajar
    badan kurus mukanya tirus

    Saat aku datang menolong
    kau berkata:
    aku ingin kau usap rambutku , ibu
    aku ingin sembuh dari ketergantungan

    Hari berganti hari dan tahun berlau
    berhembus kabar terbawa angin
    engkau pergi dihantar pemangul keranda
    saat berusaha menuju jalan
    yang di tunjukan olehNya

    ( Subhanallah ,semoga pergimu di jalan yang ditunjukaNya ]




    CINCIN YANG DIPAKSA LEPAS


    Termenung saat menghantar di gerbang beranda
    setelah bertahun ditinggal merenda harapan
    angka di kalender tak bisa dihitung dengan jari
    semilir anginpun tak mampu taklukkan desah


    Pelangiku takluk pada awan yang berbaris di cakrawala
    saat cincin di jari manis lepas dicabut pejalan
    yang tersisa hanya mata sembab sisa air mata






    KAMAR DUA
    Euis Herni Ismal 10 April 2012 

    Terkulai lemah di atas pembaringan
    melewati hari-hari yang bisu
    angin yang bersemilir selalu berdesah

     meski luruhkan daun layu namun
    tak luruhkan kegelisahan dan gundah 





    Ibunda,
    matahari dan bulan di langit mendengar
    dan mencatat doa anak-anakmu
    semoga engkau tetap bersatu
    dengan buah cinta kasih



    Doa selalu terkirim
    dari kami anak anak pelangimu  
    yang dahulu pernah bertapa di rahimmu

    ( Untuk Ibu yang sedang terbaring lemah Hj Cicih Banowati }
    BAYANG UNGU

    Lelaki berhias mahkota cahaya mentari pagi
    di kelopak matamu ada beningnya riak kolam
    pinggirnya yang merimbun bunga mimpi dan harap
    menggapai khayalku dalam berbagai kerinduan

    Sepasang burung belibis berenang dengan damai
    di antara sela teratai tarian bayangnya bergoyang
    duhai angin yang berdesah dari celah cakrawala
    sampaikan bait sajak sumbangku pada angin sepoi
    untuk bayang yang tak henti merenda kesunyian

    Bandung 19 Agustus 1999


    CATATAN UNGU

    Lorong yang kita tapaki
    panjang berliku kadang berdebu
    meninggalkan jejak kenangan
    yang menjelma jadi kuntum rindu
    dan bermekaran di ladang mimpi
    setiap kita tersekat jarak kesepian


    12 Agustus 2010


    DEBAT CINTA
    8 April 2012

    Saat kita berdebat tentang cinta
    orang melantunkan kidung cinta
    di setiap rumah banyak cinta untuk kita
    janganlah merintih jika cinta kita hilang
    karena perjalanan tapak cinta tak semulus kata

    Setelah meminta jawaban dua pilihan
    hati sebenarnya entah dimana berada
    saat senderkan kepala di bahumu
    kendati bergetar jemari tangan
    menguliti hati dalam kebimbangan

    Terperdaya jejak jerat asmara
    tergusur kata menjelma prahara
    terbawa kidung asmara buta
    rembulanku luruh terbawa angin
    menghancurkan dermaga cinta


    Pelita ku menggenggam jemari
    berbisik ,untuk menjalani hidup bahagia
    sabar atas bencana yang di ambilNya
    mendapatkan bahagia dengan kasihNya
    campakan air mata dengan zikir

    Bunda,
    jika kepedihan terekam di dada
    tulislah puisi yang bermakna
    dengan tinta airmata

    8 04 2012


    LELAKI PENGENDARA ANGIN

    Di ujung perjalanan yang hampir sampai
    engkau papah langkahku yang nyaris limbung
    setelah jasadku menggelepar lama dalam rintih
    karena pisau khianat menghunjam hati ,
    sebelum dinding kesetiaan porak poranda

    Pernah tak ada bunga harap tumbuh indah
    ladang jiwa pun kian gersang terbakar sunyi
    musim yang lewat selalu menaburkan resah,
    kepedihan terbawa dalam perjalanan mimpi

    Sejak hadirmu mentari berubah ramah
    gemintang dicakrawala tak pernah jengah
    menyapa langkahku yang kini terasa kukuh
    menapaki hari-hari penuh kenangan indah,
    semoga tak terlambat kutemukan di sini

    12 Agustus 2011


    SEANDAINYA KUPUTAR WAKTU
    Euis Herni Ismail pada 5 April 2012

    Jika saja aku bisa memutar waktu
    aku akan kembali menjadi gadis kecil
    yang setiap hari akrab dengan boneka
    dan peralatan memasak dari plastik
    belajar tentang kehidupan lewat bapak ibu
    biar tak tersesat dan jadi kebanggaan negeriku

    Jika dewasa aku tak akan memilih Arjuna
    karena ketampanan membuat hatiku sakit
    aku memilih dipinang seorang penyair
    yang setiap hari selalu menulis sajak
    atau pemusik yang piawai menyanyi
    bila sedih selalu ada yang menghibur hati

    Seandainya bisa kuputar waktu
    tentu aku bukan menjadi seorang guru
    yang setiap hari berdiri di depan kelas
    mengajari anak didiknya dan berbagi ilmu
    ya seandainya aku dapat memutar waktu
    pasti sajak ini tak pernah engkau temu

    Subang, 31 10 2009




    LELAKI DI BULAN PURNAMA
    Euis Herni Ismail pada 18 Des 2010

    Datang saat kalender diangka delapan belas desember.
    seorang bayi lelaki harapan penyangga untuk keluarga
    engkau membawa cerita suka duka seorang bunda
    berkilau diantara anak anak di sebuah dermaga

    berjuta harap dan mimpi kusampir di dadamu
    di dinding hati bunda terlukis wajah sayumu
    tersirat di nama , bulan purnama
    tak boleh lelah menerangi padang luas
    walaupun daun daun di taman telah gugur

    Anakku,bunda berharap
    kendati tanpa sayap penyangga
    engkau harus menjadi seekor garuda
    bersama ibunda bidadari kecilku
    kokohkan cakar taring di dermaga cintamu

    Anakku.kini berharap terbang bersama
    di sepanjang pengembaraan batin
    walaupun bunda harus berjalan sendiri
    engkaulah tiang penyangga keluarga
    untuk menhantar bunda saat waktuNya tiba

    18 des 2010




    EUFORBIA dan DURi


    Gerumbul bunga
    daun rindang
    tangkainya berduri
    gigitanmu teteskan darah



    Wanita pelesiran
    dipandang indah
    digandeng melukai
    seperti duri yang kau bagi

    3 Februari 2011


    AIR MATA BAHAGIA

    Angin lembut mengucap selamat pagi
    ketika kaki melangkah di atas kerikil
    terasa butir embun menyapa kaki
    sejuk terasa menggetar kaki

    Menyusuri jalan kecil penuh kenangan
    saat aura ungu tampak di depan mata
    menembus tajam sepasang sorot mata
    tak jauh dari langkah kaki

    Kau duduk menghantar senyum
    tangan terkembang mengajak datang
    kau harap bahagia di sisa usia
    ku ingin berlari menyambut pelukmu



    Mengajak berkelana di bawah matahari
    untuk mengurai resah menuju dermaga
    tawa bercampur air mata bahagia
    jiwa berbinar menyambut bahagia

    Euis Herni Ismail
    15 01 2012



    SUTRADARA

    Lelaki
    sosok tua bertaring
    kakimu tak letih berdiri
    seolah menghunjam bumi
    berpagar tirani

    Dia menjumput ilusi
    di antara lapisan awan
    penuh harap berburu mimpi
    diikuti bayang tawa sendiri

    Tersirat senyum di wajah tirus
    tak ada tetes air mata mengalir
    getar kesombongan menikam hati
    setiap melukis bias warna pelangi

    Engkau berani menantang
    isyarat badai di siang hari
    dengan pongah berkata
    aku , sutradara



    KAU
    Di ujung wajah gelisah
    kau bawa panas bara
    percikkan galau bianglala
    di celah baris sembilu

    kau meranggas tanpa pegangan
    mencari sisa jejak untuk pulang
    memutus waktu merenda mimpi
    setelah berenang di lintas dusta


    Jika langit menabur bintang
    serentak kupanggil rembulan
    biar menerangi cakrawal
    dan menghapus jejak bayangmu

    30 03 2012


    APRIL

    Tujuh puluh empat
    angka hitungan tujuh
    berawal menabur cinta
    di jantung hati perjaka

    hari ke lima
    di dermaga cinta
    berlaksa lezatnya bahagia
    jemput kehadiran buah hati

    angka empat
    berakhir nyanyian simfoni
    bersudah derasnya cinta
    berpudar memeluk cumbu
    bertamat mengerang masa

    hitungan tiga delapan
    berusai mendekap mimpi
    berbekas tapak ujung mesiu
    namun bukan akhir segalanya
    walau April telah beraikan cinta

    1april 2012




    LELAKI TUA

    di balik jendela terdengar bisik sendu
    menyeret kaki letih di jalan setapak
    berdiri terpaku mengdengar rintihan
    kutemukan sosok tua tergolek lemah

    dia berbisik kucari dalam pengembaraan
    lukisan bahagia di pengembaraan
    wajah penuh kepedihan dan harap
    untuk menjemput bahagia di hari tua

    tersirat gurat senyum di langit hati
    terkadang menetes air mata
    saat dalam getar tangan rapuh
    untuk melukis rangkai aksara

    10 10 2011



    SI CANTIK DAN KEMBARA UNGUNYA

    Seraut wajah cantik
    lembut lambaikan tangan
    sepasang kaki jenjang
    menapak lembut arah menara

    Dalam ceria tersulam pesona
    bagai kisah sepasang kolibri
    tak henti cengkrama tentang
    indahnya nyanyian surga

    Merana terseret bianglala
    perjalanan cinta segi tiga
    memilih si cantik berkelana
    tinggalkan tapak hati penuh luka

    30 Maret 2012



    KEMBALILAH
    Bila jemarimu bisa mengusap luka. pundak bisa di jadikan sandaran kepala.untuk melepas lelah rasa .walaupun ada bayangan lain di sana,saat kuncup merekah di antara rasa gelisah ,terkemas rapi di sudut hati, menerjang mimpi saat mata terpejam diantara ada dan tiada .apakah hanya bisa mengecup cumbu harapan , mencari celah bahagia di sela kasih yang terbagi ,apakah kau akan kembali untuk menata kembali rumah impian kita ?

    Tak cukup kuat untuk menempuh jarak yang terbentang,karena cinta dan kasih sayang harus di kemas dalam dermaga tempat berlabuh dahaga jika ragu ragu melangkah dengan kejujuran ,mendatangkan serangkai tanda tanya dan melahirkan dusta.,dalam keretakan tubuh menjadi miskin cahaya mengerang pedih mata karena derita, dan aku bukan wanita perkasa....

    jika hanya menabur angan dan mimpi, kenapa singgah di pengembaraanmu, tak ada kah tempat yang layak untukku ? saat terdengar asing bisikmu apakah harus berlari mencari jejak yang tertinggal ,ataukah membiarkan sisa kenang tertiup angin dan meranggas sendiri....
    22 03 2012


    Mimpi

    jika kemarin bersama untuk meniti tangga yang kau tawarkan ,dan terhanyut bisikan mesra di malam gelap dan terbuat janji janji untuk bawakan sepiring bintang yang kau petik di cakrawala.ternyata hanya sembilu di hati
    berburu kasih di pusaran jantung sepertinya telah hanyut terbawa olehmu,ingin ku berlari untuk mengurai rindu di bilik hatimu, jika tahun lalu telah merangas cinta ,hanya kenangan yang selalu hadir mengetuk hadirnya mimpi ,apakah kamu bersekutu dengan awan untuk mengirimkan badai untukku ? seandainya dari dulu tahu kau hanya akam mengirim sembilu ,tak mau kutapak kaki untuk berjalan bersamamu,karena tak ada lagi ruang kosong untukku


    20 03 2012

    JIKA

    jika hanya mengecup cumbu bayang.haruskah menerjang harap tanpa pegangan lupa dengan hari hari yang terus bergerak.mencari celah bahagia di sisa usia ? kuncup merekah di antara perasaan bersalah ,apakah bisa menembus kabut; atau harus di kemas rapi di dasar hati ?
    bisu untuk berceloteh menikmati madu nafas kembara . gelora asmara tersimpan rapi di hati .tak bisa kubaca bila langit hatimu bicara....
    16 03 2012


    DERMAGA

    Kekasih hatiku, lihat langit begitu terang, bintang masih menjaga kerlipnya, tak mampu ku baca dengan hitungan,jika setiap hembusan nafas kita menjadi penuntun hidup,darah kita masih mengalir merah di tubuh. kekuatan untuk menepis duka masih kita miliki,tak mudah terjerembab hembusan awan hitam, rekahsenyum kan datang seiring waktu dan tak berburu bayang semu,
    jika engkau memilih melukis cakrawala dengan manik manik puisi. goreskanlah sebaris puisi cinta untukku....

    Kekasihku, lihatlah gemerlapnya bintang ,mereka mencicipi cumbu harap,menitik madu di perjalanan yang kita lalui.tak ada gelayut awan di bawah langit ,jangan kau tanyakan berapa lama kita kan berkelana ,berapa hitungan langkah kita kan sampai di sana .meneruskan langkah meniti tangga untuk berlabuh di dermaga cinta



    Euis Herni Ismail
    17 03 2012




    Bumbu cinta

    Sayang
    jangan julurkan lidah
    apabila nasi goreng terlalu asin
    atau terlalu pedas di lidahmu

    Jangan kerutkan dahi
    apabila teh tubruk terlalu pahit
    jangan membanting piring
    jika tak ada kerupuk mengiring

    Tapi tersenyumlah untukku
    dan berkata.
    sayang , ini nasi goreng special yang pernah ku makan
    kau membuat dengan bumbu penuh cinta
      
    22 03 2012

    Masa lalu itu...

    Saat itu ,dia mengusap rambut dan berkata
    tuhan mentaqdirkan kita untuk bersatu
    agar kita bisa berbagi duka dan bahagia
    sekarang atau nanti kau tetap menjadi milikku
    sehingga terperosok dalam kubangan noda

    Saat ini ,tabir terbuka kau terjerat asmara
    dusta terbuka saat raga uzur di makan usia
    ketika bayang masa lalu memenuhi mata
    cinta sahabat berseteru hianat
    saat menghitung angka di kalender usang

    20 03 2012


    PERMATA HATIKU

    berikan bunda manisnya senyuman
    seperti kasih sayang yang tercurah
    jangan taburkan gemerlap permata
    yang tak seindah air mata saat mengalir di pipi

    engkau tumbuh dalam ceria dan duka
    tersenyumlah buah hatiku
    bunda ingin menyelipkanya di sajak cinta

    3 Februari 2012 



    BAYANG RINDU DI PINGGIR TELAGA
    Euis Herni Ismail 2 November 2011


    Bayang Langit terpantul di dasar telaga
    rindu tergambar di antara riak air
    dengarlah nyanyian sunyi seperti desah angin
    melintas saat datang musim gugur
    memupus gelisah dalam penantian

    Indahnya menatap harap di dinding langit
    ketika gerimis mulai menitik di kesunyian
    menatap burung-burung yang melintasi danau
    siulkan kidung rindu yang terurai samar
    bersama angin musim penghujan yang basah

    Sungguh, karena engkau jiwa terbuka
    setelah harap membasahi permukaan hati
    tumbuhi bunga mawar seperti gairah cinta
    di pinggir telaga mimpi dan angan menjadi bait puisi
    Untukmu .........

    Euis Herni Ismail
    02112011



    KIBASKAN LUKA
    Saat melangkah menyambut matahari
    nampak sorot mata terselip harap
    esok awan tak lagi menari bersama badai
    wajah berseri kibaskan butiran air mata

    jika hari penuh kelembutan wangi bunga
    mencumbu malam hanguskan rindu
    puisi cinta yang menghunus kalbu
    menggelitik dalam untaian kidung masa lalu

    Anak panah ternyata meluncur tak terarah
    engkau torehkan luka baru di atas janji palsu
    biarkanlah cinta terbang bersama sang waktu
    karena tak ada ruang kosong di hatimu

    27092011


    ENDAPKAN DI DASAR BUMI

    Endapkanlah keraguan di dasar bumi
    untuk menoreh sejarah baru
    istirahatkan batin dengan bisu
    sekatlah hati dengan merah jambu

    Tak bergeming
    tak hiraukan yang mengirim sembilu
    tak bergerak dan bungkus dengan kertas abu abu
    tak bernafas ,lalu bakarlah cintamu
    tak percaya ,ucap palsu


    Jika membuka pintu
    jika meniup liur dalam nafsu
    jika liar menabrak hati
    jika selinapkan sembab di mata


    Sadarlah
    karena, tak malu pamerkan diri
    telanjangi diri ,seperti putaran waktu
    linglung karena usia uzur dimakan waktu
    peganglah erat tali ikatan dengan pelitamu
    dan akan mengecup bahagia dengan Nya



    ANGKA TIGA PULUH ENAM
    Di bulan sepuluh
    telah berakhir simfoni
    bersudah cinta
    berpudar cumbu
    berusai mimpi
    bertamat masa
    berbelah senyum
    berbekas lenyap

    Kendati berakhir di tong sampah
    itu hanya untuk pejalan sepertimu
    bukan akhir segalanya untukku
    sungguh galau bukan untukku

    Biarlah indahnya kenang
    melesat bagai peluru
    terbawa ayun langkahmu
    bersama jejak lunglai meranggas
    untuknya yang memasung gelisah cinta
    di sisa lembar usia
    beringsut pergi ke hutan belantara

    08032012


    TUTUP BUKU HARIAN

    Berlaksa kenang menggila
    saat tersungkur mereguk derita
    tak bisa kukenal pojok hatinya
    saat memeluk bau tubuh cintamu

    Senja menua tertapak kaki kaki
    saat keringat berkejar liur
    bersanggama dengan waktu
    lenyaplah penghangat kalbu

    Nafsu ,ditelan mentah hasrat
    janji hanya sebatas pembasuh seperai
    tak perlu genggaman tangan basahmu
    karena keringatmu.bercampur air mata wanita

    Kututup buku agenda harianku
    dengan sederet namamu tertulis disitu
    saat janji berbasa basi untuk kembali
    perjalanan cerita suka dan duka
    tetap tak akan kembali , meskipun ditangisi......

    09 03 2012



    UJIAN MATEMATIKA

    Jam berpacu dengan angka saat siang bertamu
    di atas kursi kernyit alis saat kau membaca
    bisu,terlihat kerut di wajahh
    mengikuti jejak bilangan antara 2000 sampai 6000
    resah menghitung tanpa kartu pemandu


    menggores tarian jemari di lembar ujianmu
    berburu waktu dalam hitungan detik perdetik
    wajah tegang,tangan menggapai angka
    berkerut. bersekutu ilmu dalam hitungan
    menggores jawab belum terpecahkan

    Tik tak tik tak
    angka di jam dinding terdengar merayap
    mengiringi soal yang belum terjawab
    gerak tangan berlomba kernyit di dahi
    berbisik keluh menjawab angka Matematika

    07032012 




    PERTAMA

    subuh pertama di tanah kembara
    usai gerimis tipis semalam
    hari ini matahari kan menghangatkan
    langkah mengapai asa bahagia
    di hari yang akan kau jelang

    menapak kaki penuh perjuangan
    terepit diantara
    hingar bingarnya kota metropolitan
    gedung gedung bertingkat
    tembok padat tanpa rerumputan
    yang menawarkan ilusi semu

    18 Februari 2012


    RUANGAN YANG KOSONG

    Tangan lentik menjelma menjadi kuat
    jejak yang tersisa hanya harum tubuhmu
    bayangan mengembara kelincahan lompatanmu
    terbawa tarian musim penghujan

    Kegelapan menyergap malam tanpa bintang
    tak ada jerit tangis dan celoteh manja
    saat memuaskan dahaga untuk menyelami hati
    selalu melembutkan lewat isyarat

    Seandainya fajar masih bisa kujelang
    kan kudendangkan kidung cinta untukmu
    dan pelukan semakin erat untukku
    kijang kecilku tersenyum menyapa mimpi
    02032012


    RUMAH BERLANTAI DUA

    Ketika bersama berada di ruang kosong
    penghuninya seperti mengembara dalam ilusi
    tak ada bisik mesra yang menghanyutkan
    dahaga penghunus asmara
    merasa tak menemukan jalan untuk kepuasan
    dan mereka tak pernah bicara

    Kau pergi untuk mengurai dahagamu
    sosok tertinggal hanya menggamit bayang
    terengah tanpa hidangan yang tersaji
    berkalung kembaraan di dalam mimpi
    di lantai bawah rumah kenangan
    menunggu dalam mimpi kelabu

    Hanya termenung menunggu di sofa tua
    sesekali matanya liar melihat bayang tersisa
    menghitung angka di kalender
    malamnya selalu menghempas pusaran rindu
    kegelapan mengikuti langkah keseharian

    Masa depan berkalung badai
    entah kenapa tak mau injak kaki lagi ke lantai dua
    hanya desah nafas dan mata sayu
    yang tergambar di rumah tua
    rumah indah berbalut kenangan
    sebuah rumah berlantai dua
    kian aus tergerus putaran masa

    7 februari 2012


    CATATA N KECIL BUKU HARIAN BUNDA


    Setiap jelang malam bertamu
    langit langit kamar menjadi bentang kanvas
    yang menanti angan untuk mewarnainya
    bersama gores pena di kertas emas
    kalender usangpun penuh goresan tanda
    tarian hari berganti tahun
    nyanyian berseteru dengan air mata

    Anak anak tumbuh dewasa
    di bawa mimpi dan angannya
    mengikuti kekasih yang menemani
    menjalin indah harapan dalam hidupnya
    bersama kijang dan melati kecil
    meninggalkan sendiri berteman rindu dan doa

    5 Februari 2012


    Selamat jalan mutiaraku

    Mutiaraku
    mengalir pagi ini galau resahku
    saat engkau mulai melangkah
    meninggalkan gerbang rumah
    yang selama ini telah menyatukan
    hati kita dakam kedamaian
    antara pagutan aneka perasaan
    suka dan duka
    bersama indahnya senyum dan tetes air mata

    Mulai esok jarak telah membentang
    hanya cinta yang menyatukan jiwa kita
    dan kenangan yang selamanya hadir di pelupuk mata
    saat kesendirian menyulam hari hari yang hampa
    namun bunda selalu berdoa
    semoga bahagia di tanah kembara
    walau jauh dari dekapan
    kilau mutiara akan terus terpancar di wajahmu

    5 januari 2012


    SAJAK UNTUK LIMA PERMATA HATI
    Masih terngiang celotehmu yang renyah
    tiap wajahmu yang melintas menembus batas mimpi
    tentang birunya langit dan juga hijaunya dedaunan
    merahnya kembang melati yang mekar di samping rumah
    sebelum mengajuk karena enggan mengantar langkah kecilmu
    untuk membeli aneka mainan yang sama di pasar
    setelah bosan menimang , diminta kawan bermainmu

    Tawamu luruhkan butir-butir sisa keletihan
    senyummu yang indah merekah di bibir
    menghiasi dinding hati perempuan tua
    yang kau panggil nenek sambil bergelayut
    dan menyandarkan kepalamu dengan manja

    Kini ,meski sepanjang hari sendiri di rumah
    menganyam rindu dan resah di bingkai kenangan
    namun tetap melepas kepergianmu ke tanah kembara
    demi meraih lembaran esok yang lebih cerah
    semoga saat meniti jalan cita tak pernah jumpa kendala
    dan segera genggam harap yang bersemi di dalam dada

    Jakarta, 9 Maret 2012


    ANTARA SUBANG DAN JAKARTA

    Menaiki rentang kabut kusibak tirai pagi
    mengurai gelombang kangen bertemu
    yang sepanjang jalan bentangkan kegelisahan
    hujan gerimis menerpa dinding kaca
    di luar jendela hitungan bus bagai kilat melaju

    Tak peduli kutergugu di antara orang-orang yang asing
    melirik para pedagang asongan yang kebingungan
    tanpa musik dan desah suara diam-diam menulis aksara
    lewat bait sajak untuk menghiasai dinding hatimu
    kutulis dengan mata batinku , anakku

    9 Maret 2012


    Angka hitungan usia


    Bermula dari segelas cinta sederhana
    gemuruh harap seorang ayah
    kasih sayang seorang ibu
    kesucian sanubari bagai pualam
    melahirkan bayi kecil perempuan
    dalam pijar kasih selalu berkilau
    seperti kau lafazkan kudusnya doa
    memapah untuk temukan jalan sorga Mu

    Ibunda..
    jiwaku rona berkelana
    mencari jati diri dalam tarian irama
    bagaikan ksatria melahap gelap
    penuh bias warna di sisi kelam
    malam memjelma siang
    hari pun berganti tahun

    Hari ini tulus ku panjatkan doa
    semoga dapat limpahan kasih Nya
    terima kasih ayah ibu telah menghantar
    putrimu , menjadi perempuan perkasa
    seperti gemuruh angin
    menghalau anak kabut di bebukitan
    sekokoh batu karang
    walau di hantam ombak menggulung

    Dalam hitungan tanggal kelahiranku
    berikan sisa usia ini untuk hidup damai
    di jalan yang Engkau ridhoi
    bukan jalan sesat yang Engkau murkai
    di saat kematian menjemput
    jiwa yang lemah ini ingin berada di jalan Mu

    30 Januari 2012


    Bukan Matematika

    Apabila menghitung hari
    meratap dalam desah di pojok usia
    berpuluh tahun dalam kembara jiwa
    dalam lintasan waktu yang telah berakhir
    masih juga belum menjumput penghapus air mata

    dengan panjangnya harap di dinding hati
    berharap kehangatan matahari pagi
    jika bayang mengelitik gelisah cakrawala
    sehingga rembulan malas menyinari bumi

    Biarkanlah debu luruh bersama angin
    saat tersenyum jangan manjakan air mata
    lambang cinta akan terurai dalam isyarat
    di usia senja
    esok matahari kan bersinar kembali
    dan bahagia cinta tidak menganyam angka
    karena cinta bukanlah matematika

    2 Januari 2012


    KUSIMPAN CINTAKU DALAM LIPATAN BUKU

    Tanyaku tak kau jawab
    jejak kau tinggalkan
    walau pesan pendek terkirim
    bertubi mengisi ponselmu
    sampai tutup waktu
    denganmu

    Kkuisap wangimu , dari jauh
    tak ada lagi rasa
    saat kutelan rindu
    kusimpan cintamu dalam lipatan buku
    mati dan membeku

    09032012


    RINDU KIJANG KECIL ·

    Jika hasrat tak bisa di bendung
    untuk mengurai gejolak kangen
    jarak terbentang tak jadi penghalang
    di jantung menggelora tatapan matamu

    Saat matahari mulai mengintip bumi
    tak peduli rintik hujan sisa semalam
    tak peduli jarak yang membentang
    berlari mencari arah pekik suaramu

    Aku tak mau kehilangan kendali
    untuk luruhkan kata menjemput rasa
    sepanjang perjalanan di atas bis yang sesak
    selalu terbayang kicauan suaramu

    Ternyata , engkaupun rindu padaku
    kijang kecilku......

    08032012


    AKU MELATI
    7 Desember 2011 ·

    Diantara gerumbul perdu
    mekar dalam asuhan matahari
    wangi terbawa hembusan angin
    menghadirkan gairah dalam ilusi

    Tebar harum aroma pesona
    penghias ronce sanggul pengantin
    kala di pelaminan sang kekasih
    merajut asmara dalam wewangi

    Penanda hari jadi di langit asmara
    sepasang merpati terbang dalam birahi
    senantiasa berharap harumnya melati
    menguat dalam jalinan cinta suci

    Setelah wangiku panaskan ranjang pengantin
    tak peduli dibuang setelah layu
    atau dihempas di tong sampah sisa kenduri
    melati kan terus harumkan seisi bumi

    Juga diatas timbunan tanah merah
    menghantar kematian dengan kelembutan
    tangan tangan lemah penabur bunga
    diatas pusara .......



    BERSAMA PERMATA HATI
    6 Maret 2012

    jika jarak semakin tak terjangkau
    untuk mengetuk bingkai di perjalanan
    biarlah, tak ku pagut rindu tak bersapa
    merentang busur hati mengooyak kenang

    saatnya mata memancar cahaya jiwa
    selalu melukis keindahan cakrawala
    tak ada keraguan untuk pergi
    jika menggenggam jemari permata hati

    tak mau lagi bermanja nestapa
    jika lafaz illahi dapat mengusir mimpi
    tafakur. mencari kalam illahi
    menuju tanah impian Mu

    0603201



    SEMAKIN PERKASA BERMAKNA
    3 Maret 2012
    ·
    jika sunyi terusir pergi
    kerling mata memancar cahaya jiwa
    keraguan telah pergi bersama bianglala
    luka terkikis di tautan jemari

    Bukan sedang bermimpi
    jika senandungkan lafaz illahi
    mengisi hati dengan tafakur
    berharap mendapat Nur Mu

    Semakin liar mereguk cahaya
    semakin membius bidik angan
    semakin memudar panas duka
    semakin perkasa bermakna

    Aku menang menjawab galau
    senyum kan bertebar di ujung usia
    kedamaian menyambut pelangi
    bertabur cahaya illahi

    jika tersisa segaris mimpii
    kan ku dimpan di dasar hati

    03032012

    TERBIUS
    2 Maret 2012

    engkau kekasihku
    menggamit gelora asmara

    ada desah lembut
    indah , mendekap kerlip bintang

    mewarnai bait bait syair
    berkejaran memasung rasa

    saat terbius cinta
    melukis indahnya pelangi

    tanpa kata
    karena rasa yang bicara

    0203202


    MENUNGGUMU

    2 Maret 2012 ·

    bersimpuh , menghitung rindu
    aku menulis di pesisir pantai
    merenda harap dibingkai malam
    tak peduli angin semakin dingin


    menjemput indahnya langit pagi
    di gerbang sinar lembut mentari
    tangan saling menngenggam
    duduk membeku diantara butiran pasir


    bersandar di batang pohon kelapa
    kidungkan lafaz kalam Illahi
    berbisik lembut pada angin
    aku kan selalu menunggumu, disini

    UNTUK SAUDARA BARU KU

    1 Maret 2012

    aku tak mau kehilangan hati
    jika angan luruh sepanjang hari ini
    terucap dalam garis huruf
    ketika kata menjemput rasa 


    membakar bara menyapa bumi
    keramahan yang kau ucap
    meniupkan dahaga bersama
    dalam perbedaan tempat berpijak


    hasrat berkelana bersama
    menabur gelora kristal cahaya
    hanguskan jarak yang terbentang
    di relung jantung saudara baruku
    01 03 2...

    MENIUP PELUIT CINTA TAPI TAK CINTA

    · 29 Februari 2012

    Berpagut sepi
    kehilangan berahi
    membelah jumawa hati
    ada lagikah kata
    untuk menjumput sisa mimpi


    Membakar bara berburu cinta
    keramahan yang terpaksa
    meniup peluit cinta
    tapi tak cinta


    Setiap terbata hasrat
    bisakah dengan gelora
    menghanguskan tarian kebohongan
    atas nama cnta

    29 02 2012

    HANYA MIMPI

    28 Februari 2012
    ·
    Silau
    kulihat di balik jendela
    cahaya mendustai angin
    hamburkan isyarat bencana
    apakah mentari jeda sinari bumi

    Dan kilat bersitegang membentuk awan
    menjalar berahi kilat di antara rintik awan
    bersikeras kata menuai prahara
    dan jatuh diantara bongkah misteri.


    Iseng kulirik pipimu yang merah
    julurkan lidah senyum sumringah
    menjerat rindu datang
    angan menggapai sorot matamu


    Aku terbangun
    tersungkur menggoyang tubuh
    meremas lipatan jemari
    kembaraanku di kejar mimpi....

    28 02 2012

    KERLING SENJA
    27 Februari 2012

    Berbincang rasa di hati
    kalau aku mencintaimu
    seperti bingkai malam dalam gelora
    tak peduli langit isyaratkan bencana


    Kerling mata dan derai tawa
    perjalanan diincar gerbang gerhana
    selalu berpegang tangan menngenggam hati
    dan kamu selalu kidungkan asmarandana
    menyandarkan kepalamu di lenganku


    ah....ternyata
    merasa gelora
    saat terbius cium rindu
    tanpa kata

    UJUNG SENJA
    26 Februari 2012

    Apa yang kau mengerti
    tentang wanita papa
    di ujung senja

    Mimpi indahnya berkelana
    mengobati ruang hati
    merenda benang rindu

    Syairmu mengetuk daun pintu
    membakar awan kerinduan
    diantara jajaran bayang harap

    Air matanya di sujud malam
    menapak di hamparan sajadah
    mengalir menuju CahayaNya

    26 02 2012



    BUNDA KU TERSAYANG ,

    7 Juni 2011

    Kupu kupu tak tahu warna sayap mereka
    tapi orang orang tahu betapa indahnya
    seperti juga dirimu,tak mengetahui
    jika engkau berkilau dalam kesederhanaan

    Tetapi ......
    betapa istimewanya dirimu di mataNya ..
    ridha atas taqdirnya
    tersenyum dalam musibah
    tegar dalam Ujian
    teguh dalam pendirian


    Semoga engkau menjadi wanita terpilih di mata Nya
    wanita terindah dalam buaian Nya
    senatiasa ada dalam lindungan Nya
    menuai bahagia di usia senjamu

    24 02 2012

    JEJAK CINTA

    Dalam bayangan mimpi senja
    saat hari harinya mulai gelap
    hanya duduk diam di sudut kamar

    Gagal menyusuri jejak cinta di pasir pantai
    tenggelamkan lukanya di pesisir
    dan berteriak ,ini harus segera berakhir !!

    aku berjuang sendiri, pelan tapi pasti
    menyambut pagi yang sudah datang

    TERSUNGKUR

    Mencari sisa jejak hujan di malam hari
    sunyi dan gelap tanpa bintang
    masih adakah rasa yang tersisa
    saat cinta hanyut bersama bayang

    dia tertawa penuh kemenangan
    dan nakhoda tersungkur di pelukanmu
    apakah hanya sembilu kau kirimkan
    membawa mimpi seorang wanita

    22 januari 2012


    PALSU

    Telah lama .berdiri di pintu
    menjumput cintamu

    bisu, memeta rindu
    terkenang wajahmu

    sepi; terjerat bayang
    menebar kenang

    perih .membayang
    hidup bersamamu
    penuh sembilu

    tak kuduga
    langit hatimu ,
    berlumur pesing
    dan bau

    12 Maret 2012

    KIDUNG PENANTIAN
    6 November 2011


    Ditepi danau mengurai sinar matahari
    duduk tegar dalam genggam erat jemari
    bertaut mengurai makna yang tertunda
    desahmu terpancar dalam sorot mata


    bisik penantian tak pernah terbaca
    tak paham nyanyian harap
    kau terkungkung dalam sangkar emas
    jiwamu berontak terhalang langkah


    jika genggaman semakin erat dan panas
    ini adalah ahir dari pusaran badai
    yang hampir memporak porandakan hidup
    esok bianglala kan menghiasi kaki langitmu

    06112011


    LIDAH BIANGLALA
    Seraut wajah angkuh menggerai rambut
    memenjarakan gelisah di hati
    kekuatan terbawa hanyut tarian angin
    mukanya mengkerut tergerus uzur waktu

    Enggan bisikan gairah yang menyala
    kebenaran terkubur ditelan bumi
    jiiwanya menabrak anak anak kabut
    hatinya hanyut terbawa lidah bianglala


    10102010 / 12032012

    SAJAK UNTUK MU

    Di hari Ulang Tahun yang tak kudampingi
    ibersama nada indah yang terangkai untaian kata
    simfoni cinta bersama desir angin nan lembut
    rangkaian kata menjawab yang tertulis di dada
    sungguh ucapmu menuntun kematangan jiwa

    Seperti matahari,bulan dan bintang
    selalu hadir menemani langkah kita bahagia
    mengiringi ayun langkahmu
    selalu tulusnya doaku bersama angin
    untuk menggapai suksesmu hari ini

    Bersama anak cucu kita ku berdoa
    walau kini sudah tak bersatu lagi
    di istana cinta yang telah poranda

    27 12 2011

    BIARKANLAH

    Biarkan kumenikmati cumbuan sepi
    bagai desah angin di antara rumpun melati
    jika aku selalu datang dalam indahnya mimpi
    pasti di sini engkau kupeluk lewat bait puisi


    Biarkanlah semua kan berlabuh di dermagaNya
    seperti air yang menetes saat bersujud
    setia membasuh luka kerinduan
    di dinding sanubari yang tak pernah usai

    28 12 2012

    CahayaMu #
    i25 Januari 2012 ·
    sudah saatnya kulempar cintaku
    biarkanlah terhempas jauh
    kan kucabik semua derita
    dan rindupun terbang menghilang
    tanpa dendam meratapi nasib

    kemudian ketika taman subur kembali
    kubakar gairah cinta untukMu
    di ujung dua pertiga malam
    diatas sajadah bersujud mencari nafasMu
    mendekatkan diri dalam doa
    melafazkan keindahan kalimat Allah

    ketika kutatap ujung sajadah
    terasa getar kasih sayangMu
    saat mengadu dan rindu padaMu
    untuk hari hari yang penat
    agar kutatap masa depan
    bisa menangkap rahasia cahayaMU

    Euis Herni Ismail
    24 01 2012


    LANTANG MENYAMBUT TAHUN BARU

    Euis Herni · 31 Desember 2011
    Apabila tahun lalu
    getir menampar resah
    hanguskan sisa usia
    gagal membidik angan
    membakar jarak dan waktu
    yang terbentang sia sia

    Tahun baru
    bibir manis merekah
    dan lantang berucap
    Selamat datang tahun baru
    untuk membuka lembaran baru
    dalam genggam jemari
    melukis bintang di cakrawala

























Tidak ada komentar:

Poskan Komentar